script async='async' src='//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> SEJARAH DAN PENGERTIAN RT/ RW-NET Skip to main content

SEJARAH DAN PENGERTIAN RT/ RW-NET

Sekampungwifian - Di tahun 2006 keatas warnet berkembang pesat dimana-mana warnet pasti penuh .Cerita dan kenangan tentang warnet mungkin masih membekas di ingatan kawan SKW semuanya.Di era itu  internet berkembang pesat,yahoo mesenger ,friendster,imo,dan masih banyak lagi,

menurut saya itulah cikal bakal peralihan dari telephon genggam ke smartphone di Indonesia,yang awalnya kita hanya bisa berkirim sms beralih ke chatting,seperti yahoo mesenger dan friendster karena ke unggulan yang dimilikinya dan pabrikan HP banyak bermunculun mengeluarkan smartphone yang bagus tetapi penyedia seperti nokia,sony ericson tenggelam karena kehadiran smartphone.

Kita kembali ke Warnet menjamur dimana-mana bahkan satu kecamatan mungkin ada 10 warnet di desaku,anak muda banyak yang nongkrong di warnet dari tadinya dari warkop begitupun anak kecil demikian dari biasanya main game Playstasion beralih game online tetapi game online belum seperti sekarang masih sangat terbatas.tetapi di akhir tahun 2015-2016 warnet semakin jarang dan yang banyak gulung tikar mungkin efek dari berkembang pesatnya smartpone dan laptop,

kalau menurut SKW adalah semakin terjangkaunyanya dan murahnya harga laptop dan smartphone dan munculnya RT/RW-net,apa itu RT/RW-net dan sejarahnya,kok kayak sebuah kampung ada ketua RT ketua RW mana lurahnya?sejarah RT/RW-net sumber wikipedia bagi kawan skw yang belum tau :

“Istilah RT/RW-net pertama kali digunakan sekitar tahun 1996-an oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadyah Malang , seperti Nasar, Muji yang menyambungkan kos-kos-an mereka ke kampus UMM yang tersambung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway Internet di ITB. Sambungan antara RT/RW-net di kos-kosan ke UMM dilakukan menggunakan walkie talkie di VHF band 2 meter pada kecepatan 1200bps.

Diutarakan oleh Bino, waktu itu masih di GlobalNet, secara bercanda para mahasiswa Malang ini menamakan jaringan mereka RT/RW-net karena memang di sambungkan ke beberapa rumah di sekitar kos-kosan mereka.

Implementasi yang serius dari RT/RW-net dilakukan pertama kali oleh Michael Sunggiardi di perumahannya di Bogor sekitar tahun 2000-an. Banyak kisah sedih yang diceritakan oleh Michael Sunggiardi karena sulitnya mencari pelanggan di awal 2-3 tahun operasi RT/RW-net-nya. Sebagian besar tetangga beliau pada saat itu tidak merasa butuh akses Internet 24 jam dari rumahnya.

RT/RW-net Michael Sunggiardi sempat menjadi feature di acara e-lifestyle MetroTV.
Michael Sunggiardi banyak menggunakan kabel LAN untuk menyambungkan antar rumah. Karena lebih reliable dan lebih murah di bandingkan dengan menggunakan radio / wireless”

Michael Sunggiardi

Di tahun 2005-2006, setelah frekuensi 2.4GHz di bebaskan. Tampaknya RT/RW-net menjadi sangat booming, hal ini dapat di monitor dari dekat dari berbagai diskusi yang terjadi di mailing list indowli@yahoogroups.com, banyak sekali permohonan akses RT/RW-net yang dilayangkan ke mailing list indowli@yahoogroups.com.

Dengan teknologi RT/RW-net sangat mungkin sebuah rumah untuk memperoleh akses Internet 24 jam dengna biaya relatif murah. Di tahun 2006, rata-rata biaya langganan RT/RW-net sekitar Rp. 250-350.000 / bulan untuk akses Internet 24 jam. Berita yang menarik terjadi di Bandung, beberapa kos-kosan juga mengembangkan kos-kos-an Net di bawah RT/RW-net dan menarik sekitar Rp. 50.000 / bulan untuk setiap anak kos yang mengakses Internet 24 jam. Dengan cara ini Internet menjadi sangat terjangkau untuk para mahasiswa."

Perkembngan RT/RW-net sekarang terus mengalami perkembngan yang sangat pesat bahkan sampai ke pelosok desa-desa terpencil yang belum terjangkau Telkom,bahkan banyak isp baru bermunculan.di desa saya yang pegunungan ini RT/RW-net semakin populer karena jeleknya sinyal HP akhirnya RT/RW-net merupakan alternatif ,disini yang dipergunakan dalam hubungan antar perangkat adalah memanfaatkan wireles bukan kabel ,itu dikarenakan medan yang banyak pepohonan kemungkinan ranting pohon patah mengenai kabel itulah mengapa kami menggunkan wireles

disamping semakin terjangkaunya alat wireles sekarang ini serta kemungkinan interferensi kecil,frekuensi yang sya gunakan adalah 2.4ghz tetapi untuk Satsion utama 5.8ghz karena mengambil Ap yang jauhnya sktr 30 km untuk mengurangi interfensi karena tempat ap berada melewati perkotaanan yang rawan interfensi.

Sebenarnya kalau kita tarik kesimpulan RT/RW-net adalah solusi bagi tempat terpencil desa-desa yang masih belum terjangkau telkom,disamping itu sebenarnya dengan internet yang murah(rtrwnet) mempercepat kemunikasi/berita dari kota ke desa,jadi desa terpencil seperti disini cepat memperoleh informasi dari atas(kota/pemerintah)seharusnya pihak mpemerintah memberikan dukungan bagi orang-orang RT/RW-net.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar