script async='async' src='//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> KONFIGURASI IP ADDRESS STATIC DAN DYNAMIC DAN PERBEDAANNYA Skip to main content

KONFIGURASI IP ADDRESS STATIC DAN DYNAMIC DAN PERBEDAANNYA

Sekampungwifian - Di dunia RT/RW net pasti semua tau bahwa ini adalah sebuah jaringan kecil yang mencoba menghubungkan ke Jaringan Besar yaitu Internet demgan menggunakan angka ,setiap hari selalu disibukan dengan angka-angka,mencoba utak-atik agar menemukan settingan yang tepat agar client mendapatkan koneksi yang lancar ke Internet,

Kadang kita input manual dan kadang kita bri otomatis karena tidak mau ribet-ribet menghafalkan angka-angka tersebut,sehari bisa lancar besok sudah keok lagi,Router kita reset dan inputkan lagi angka tersebut, suatu ketika lupa harus pulang buka winbox dan cek berapa angka yang kita kasihkan pada router si client,itulah sekelumit pengalan SKW dengan angka dan angka-angka tersebut biasa kita sebut IP

IP (Internet Protocol Address) adalah deretan angka biner yang dipakai untuk alamat identifikasi komputer pada jaringan internet. pada dasarnya ada 2 cara untuk mengatur alamat IP, yaitu Static dan DHCP (Dynamic Configuration Protocol).

IP Static mengharuskan anda mengisi IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, dan DNS secara manual. Sedangkan jika anda menggunakan IP DHCP makan IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway akan terisi otomatis, dan DNS bisa disetting diisi secara manual atau otomatis.

Untuk Lebih jelas lihat gambar
STATIC

DHCP



Dari gambar diatas dapat saya jelaskan,dimana setting mikrotik saya set DHCP berarti otomatis,dari gambar 2 diatas dapat kita lihat IP saya inputkan manual berarti static dan apa yang tejadi tidak terjadi sambungan alias putus koneksi.

IP Static dan DHCP memiliki beberapa keuntungan dan kelebihan diantaranya :

Kelebihan IP Static :

-IP diisi secara manual dan bersifat tetap jika tidak dirubah.
-Loading ke system lebih cepat karena tidak perlu cek IP di jaringan.
Kelemahan IP Static :
-Rawan crash jika anda salah memasukan alamat IP / memasukan alamat IP yang sama sehingga device tidak dapat terhubung ke jaringan.

Kelebihan IP DHCP :
-Tidak perlu setting IP karena terisi otomatis.
-Tidak akan crash karena IP secara otomatis akan mencocokan antara device satu dengan yang lainya.
Kelemahan IP DHCP :
-IP berubah - ubah.
-Loading ke server lama karena IP address berubah ubah.

Pemahaman tentang IP yang cukup dapat membantu kawan SKW dalam mengelola Jaringan RT/RW net dan memaksimalkan kesetabilan Internet demi kepuasan client anda,Nantinya ketika anda setting Mikrotik secara mandiri Ilmu tentang IP ini akan sangat berguna dalam setting Routerboard yang kita gunakan untuk mengelola jaringan Hotspot kita penerapan IP yang tepat adalah kuncinnya.

Kesimpulan yang dapat bisa kita tarik disni adalah  baik static dan dhcp mempunyai kelebihan dan kekurangan berarti nilainya 0 atau sama,menurut SKW agar dapat merasakan perbedaannya adalah jika penggunaan IPstatic dan dhcp di aplikasikan sesuai kebutuhan jaringan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar