script async='async' src='//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> BELAJAR FUNGSI DAN PERBEDAAN HUB|SWITCH|ROUTER|BRIDGE Skip to main content

BELAJAR FUNGSI DAN PERBEDAAN HUB|SWITCH|ROUTER|BRIDGE

Sekampungwifian - Masih banyak orang tidak bisa membedakan antara Hub dan swith apalagi orang awam,karena bentuknya nyaris sama,sebagaimana yang dialami seseorang anak di dalam team SKW, ada anak yang masih pusing 7 keliling kalau di suruh jelasi perbedaan antara Hub dan Swith,jawabanya ngalor ngidul ndak da ujung-ujungnya,Apalagi kalau suruh jelasi tentang Router dan Bride lebih kacau lagi

Di dalam dunia Jaringan tiap hari kita bergelut dengan benda-benda ini akan tetapi kalau disuruh jelasin secara teori kacau dan ujung-ujungnya 0 atau ke-4 benda tersebut sama tapi tak serupa katanya.Sebenarnya teori tentang hal ini dirasa banyak orang tidak terlalu penting karena yang terpenting,kita colokan,kita setting terus hidupin dan dapat koneksi atau PC 01 dapat terhubung ke PC 02 selesai.

Ya,memang benar pernyataan tersebut pokoknya action dan sukses dapat koneksi tanpa perlu teori-teori!!SKW juga sependapat akan tetapi dengan mengetauhi perbedaan ke-4 alat tersebut kita lebih bisa mendalami fungsi-fungsi dan apa-apa rahasia dibalik k-4 alat tersebut,logikanya seperti kita belajar sepeda montor,pokoknya bisa mengendarai masalahnya selesai, akan tetapi kita juga butuh Buku panduan berkendara untuk menjaga dan cara pemiliharaan motor yang tepat.

Dari sininilah team SKW akan mencoba menjelaskan perbedaan ke-4 alat tersebut agar mudah dipahami dan menambah wawasan Ilmu Jaringan kita yang saya dapatkan dari berbagai sumber plus dari pengalaman team SKW

Fungsi Hub yaitu menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Hub sebagai penghubung antar komputer sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.

Semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh Hub. Hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana dengan menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal. Ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di Hub, maka akan tersalin ke port lainnya di Hub yg sama.

Cara Kerja Hub adalah menyalin paket yang tiba di salah satu port ke port-port yang lain di Hub. Hub membagi bandwidth ke masing-masing port. Ketika satu PC yang digunakan, maka akan mendapat akses bandwidth yang maksimum tersedia.

Namun, jika beberapa PC di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC yang ada. Hub bekerja pada lapisan Physical dan hanya memiliki satu buah domain collision.

Fungsi Switch adalah untuk melakukan bridging transparan sebagai penghubung segmentasi dari banyak jaringan dengan  mem-forward berdasarkan alamat MAC. Switch juga sebagai penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Cara Kerja Switch yaitu menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan. Switch memeriksa satu persatu paket untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket tersebut dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Switch mengalokasikan bandwidth secara penuh untuk setiap portnya. Komputer pengguna akan selalu memiliki bandwidth secara penuh seberapapun komputer yang ada.

Switch bekerja di lapisan Data Link dan Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri. Switch melakukan transmisi secara 2 arah (Full duplex).

Fungsi Bridge untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segmen yang lebih kecil. Bridge dapat menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda seperti Ethernet dan Fast Ethernet.

Bridge berguna untuk menghubungkan dua LAN yang menggunakan metode transmisi baseband atau broadbrand ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan broadband atau metode akses CSMA/CD dengan token passing dan sebagainya bergantung pada jenis Bridge yang digunakan.

Cara kerja Bridge yaitu memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan untuk melintasi bridge.

Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer.

Router berfungsi sebagai penghubung antar jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui proses Routing. Proses Routing terjadi pada lapisan jaringan seperti Internet Protocol dari stack protokol 7 lapis OSI.

Router  juga menyaring atau memfilter lalu lintas data serta menentukan jalur alternatif yang akan dilalui oleh data.

Cara kerja Router adalah menyaring proses data dan membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya proses yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa berjalan dari satu segmen ke segmen lainnya.

Setiap proses pengiriman data harus menggunakan IP address. Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.

Dari Uraian di atas sebenarnya dapat kita kategorikan menjadi dua jika dilihat serta membandingkan dari fungsi dan cara kerjanya yaitu HUB vs SWITCH dan BRIDGE vs ROUTER sehingga kita dapat menarik kesimpulan tentang perbedaan ke-4 alat tersebut:


Perbedaan Hub dan Switch

“Perbedaan Hub dan Switch” terletak dari bagaimana packet data / informasi yang dikirim kepada mereka diproses

Ketika data masuk atau datang ke Hub,Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

Hub adalah bentuk sederhana dari Switch, Hub digunakan untuk jaringan sederhana .
Cara kerja Hub adalah menyalin paket data dari sumber yang terkoneksi pada suatu port dan mentransferkannya ke seluruh port yang tersambung pada Hub .

Saat ini Hub sudah mulai ditinggalkan karena berbagai kelemahan seperti jangkauan , kecepatan transfer data , dan resiko loss data , yang membuat Switch lebih diminati

Hub hanya untuk menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik melalui kabel yang tersambung.

Switch tidak hanya mengirim atau menerima sinyal, tetapi juga memproses informasi pada layer data link. Informasi yang dicek berupa Mac Address

 dari setiap komputer dan perangkat yang tersambung.


Perbedaan Router dan Bridge 

"Bridge dan Router punya cara kerja yang hampir sama, yaitu meneruskan data dan membagi jaringan ke dalam beberapa segmen tertentu".

Namun, Router akan berjalan di lapisan tiga model OSI sedangkan Bridge akan berjalan di lapisan dua model OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperabilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi



dua model OSI

Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control(MAC).

tiga model OSI

Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

Router lebih cocok dipakai sebagai penghubung beragam segmen jaringan yang mengoperasikan protokol jaringan yang tak sama alias berbeda.

Penggunaan router lebih menguntungkan karena mampu menaikkan bandwidth jaringan.

Sedangkan Bridge lebih baik dipakai sebagai penghubung beragam segmen protokol jaringan yang sejenis atau sama.

Alat ini merupakan solusi bagi beragam protokol yang tak bisa mengikuti proses routing. Itulah perbedaan router dan bridge.

"Protokol jaringan komputer adalah suatu aturan yang telah di set untuk bisa mengatur sebuah komunikasi online yang terdiri dari beberapa komputer yang terdapat pada suatu jaringan"


"Brige come after Router" yang artinya bride hadir setelah router,bridge lahir dari router,bridge dapat ditemukan di router jadi menurut SKW lebih tepatnya adalah Fungsi Bridge dijalankan didalam router .Jadi kalau beli Router biasanya didalamnya ada fungsi Bridge tidak ada Alat Bridge yang berdiri sendiri seperti Hub dan Switch.

Jadi Kesimpulan yang dapat SKW simpulkan adalah mumet,pusing kalau berhadapan dengan teori jadi kesimpulannya praktek sendiri dijamin anda langsung bisa mengetahui fungsi dan perbedaan ke-4 alat ini,dan untuk tambahan kenapa artikel ini  SKW buat panjang lebarkan karena ketika setting mikrotik  RouterOS /Akses Point saya jamin pemahaman yang bagus dapat membantu anda jika ada kendala saat setting jaringan yang rumit sekalipun."Tambahandikit",sebenarnya Artikel ini tujuan penulisannya adalah untuk bisa memahami konfigurasi setting mikrotik mode Bridge.Dibawah juga saya sediakan file "Video Setting Penerapan Mode Bridge di Mikrotik" Di Mikrotik semoga bermanfaat.Mantaf Jiwa
Link Download

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar