script async='async' src='//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> TENDA N301 WIRELESS ROUTER MODE WISP UNTUK INTERNET MURAH,MENGATASI CCQ DAN LATENCY HANCUR Skip to main content

TENDA N301 WIRELESS ROUTER MODE WISP UNTUK INTERNET MURAH,MENGATASI CCQ DAN LATENCY HANCUR

Sekampungwifian - Belum menyerah kawan dengan Internet murah masuk desa,di artikel 2 sebelumnya sudah banyak saya singgung apa yang disebut internet murah,yaitu memanfaatkan mode WISP router yang harganya 150 ribuan sebagai koneksinya yaitu tenda n301 wireless router,hanya dengan memanfaatkan 1 router kita bisa menikmati internet,akan tetapai masih banyak kendala yang saya hadapi,dan yang paling besar adalah kesetabilan koneksi.

CCQ dan latency bagai tembok besar yang belum bisa saya tembus dimana keddua hal tersebut sangat bepengaruh pada kesetabilan internet,walaupun kualitas sinyal juga lumayan mempengaruhi,kenapa hanya saya sebut lumayan karena dari pengalaman di lapangan sebenarnya sinyal yang saya dapat bisa dikatan full,akan tetapi kualitas koneksi internet jelek sekali untuk mengirim pesan whatsaap saja pending apa lagi untuk memutar youtube.Ini terjadi dikarenakan Latency dan CCQ koneksi ke Akses Point membengkak .

Banyak yang saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut,dari gonta ganti chanel dan menurunkan power Akses Point,akan tetapi belum membuahkan hasil yang maksimal 100%  walupun sudah ada perubahan sedikit.Modifikasi ke antena Outdoor juga pernah saya lakukan dengan menggunakan tenda wireless router,sebenarnya dengan cara ini lumayan ampuh memperbaiki CCQ dan Latency tapi karena sinyal wifi yang disebar menjadi luas maka akan rawan dibobol password dan interferensi sinyal.Cara ini bagus jika tetap menggunakan  2 alat seperti umumnya amprah wifi,yaitu antena modifikasi Outdoor dan Router Indoor,berarti kita menambah anggaran lagi dan bukan 1 alat saja.

Karena berbagai cara masih gagal,akhirnya proyek ini saya hentikan,akan tetapi bukan berarti berhenti total,hanya saja saya tidak melayani mode wisp untuk client yang mau amprah wifi baru,dan untuk client yang lama saya biarkan sebagai bahan penelitian saya.Dan dari 2 tahunan penelitian saya di lapangan,saya dapati hal hal sebagaiberikut 

Sebelumnya akan saya review Alat alat yang saya pakai sebagai Akses Point dan router serta Topologinya

Topologi
ISP---Mikrotiks---HUB/Switch---Access Point (Loco M2)---Client(Tenda N301,Nettis,Tp Link)
Gambar

Dari pengamatan saya dari siang malam,Router Indoor tenda wifi repeater milik client ini  date rate rendah sekali 1-6.5 Mbps,inilah yang membikin Tx/Rx nya jomplang dengan Akses Point,jadi kecepatan data tranfernya ke akses point hanya 1 - 6,5 Mbps dan umumnya seharusnya 54Mbps untuk kualitas standart wifi 802.11 g dan n yang terbaru 150Mbps 300Mbps jika ingin mendapatkan kualitas maksimal,anda bisa bayangkan Latency gimana?

Sebenarnya Latency akan membengkak pada puncaknya ketika traffik sedang full full nya yaitu ketika sekitar jam 5sore sampai 8 malem,wajar sekali karena router indoor ini kalah bersaing dengan router outdoor dalam pendistribusian banwidth dari mikrotik,router router ini hanya dalam antrian urutan belakang dari mikrotik,dan itu menyebabkan Latency membengkak,karena date ratenya kecil sekali,dan itu diperparah dengan Interferensi sinyal 2.4Ghz yang sekarang ini anda tau sendiri Interferensi frekuensi 2.4 ghz menurut team SKW sangat tinggi.

Ini terjadi karena kita memaksa router indoor sebagai stasion dan plus router,dimana stasion sebagai penerima dan router sebagai penyebar dengan memanfaatkan mode WISP,kalau istilah di dunia komputer biasa kita menyebutnya Multitasking jadi router bekeja ekstra,panas router juga sebagai penyebab kesetabilan koneksi internet terganggu,apakah salah saya menggunakan mode tersebut yang kelihatannya agak memaksa,jelas tidak kan karena router wifi adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data ke tujuanannya dengan menggunakan sinyal nirkabel baik sebagai accses point atau client melalui proses yang dinamakan routing

Setelah mengamati gejala gejala yang terjadi koneksi antar Akses point dan stasion selama 2 tahunan ini,saya menemukan pemecahan masalah untuk mengurangi masalah ini,akan tetapi bukan menyelesaikan 100% karena masalah Interferensi masih menyisakan masalah yang dan untuk interferensi bisa anda baca Disini,karena memerlukan tip trik khusus.

Nah pemecahan masalah tersebut bisa saya uraikan sebagai berikut,kita tau dari uraian di atas bahwa stasion date ratenya kecil,dan akirnya tx/rx nya jomplang dengan mengambil dasar dari standart wifi dimana ada 802.11 a,802.11 b,802.11 g,802.11 n dan masing masing standart wifi tersebut mempunyai kecepatan data rate maximal serta kelebihan dan kelemahannya masing masing ,dengan dasar tersebut kita bisa menentukan max date rate berapa yang kita pakai jadi dari sisi Akses point coba anda gonta ganti dan pilih yang paling bagus dan tepat,kita dapat mengetahui itu tepat dengan cek CCQ dan latensinya dari sisi Akses Point, CCQ usahakan di atas 90% dan latensi 2 digit angka,InsyaAllah koneksi stabil.Kita dapat .

Gonta ganti Max date rate di Loco M2

CCQ diatas 90%

CCQ dan Latency di tempat Client


Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah dari bebagai tip trikyang saya tulis di artikel artikel sebelumnya semuannya memang mampu mengurangi koneksi yang tidak stabil,dari bermain chanel dan mengecilkan power,serta tip mengurangi interferensi,semuanya menurut saya adalah mempunyai benang merah dan saling terkait,akan tetapi tip kali merupakan yang paling berhasil diantara beberapa tip trik lainnya.Selamat Mencoba.



Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar