script async='async' src='//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> 5G SEGERA HADIR,APAKAH RT/RW NET WAS-WAS INTERFERENSI SIGNAL Skip to main content

5G SEGERA HADIR,APAKAH RT/RW NET WAS-WAS INTERFERENSI SIGNAL

Sekampungwifian - Dunia Internet  sebentar lagi akan kehadiran jaringan Internet super cepat  khususnya  dunia Mobile broadband setelah Generasi ke 4 ditahun ini Generasi ke 5 atau 5G kemungkinan akan menyusul ,dari informasi  yang saya dapat generasi ke 5 akan ditetapkan frekuensinya di Negara kita setelah Oktober 2019 akan  tetapi penggunaannya kemungkinan masih terbatas di jaringan Perindustrian tetapi secepatnya juga akan menyusul penggunaan komersial untuk masyarakat,khusus untuk masyarakat akan menunggu kesiapan operator telekomunikasi di  Negara  kita.
Sedangkan beberapa Operator terbesar di  Negara kita,sudah memulai menguji coba jaringan 5G ini,berarti masyarakat tinggal menunggu saja.Untuk penggunaan frekuensi rencananya,5G akan menggunakan kanal midle band yaitu 3.5Ghz (kominfo)

Dari penggunaan frekuensi 3.5 Ghz ini,kemungkinan para pengelola RT/RWnet kemungkinan  akan dibuat was-was karena frekuensi ini berada  ditengah-tengah sedang penggunaan frekuensi RT/RW net berada di frekuensi  2.4Ghz dan 5.8GHz,dimana kita tahu pengelola RT/RW net hanya menggunakan  kanal gratisan dari Kominfo,nantinya jika terjadi Interferensi signal apakah para pengelola RT/RW net akan dihapuskan dari muka bumi alias penertiban frekuensi,semoga saja tidak  kawan.

Dimana Interferensi signal wifi  bisa terjadi bukan hanya tabarakan signal saja melainkan  ada beberapa kategori Interferensi,bisa anda baca dibawah ini

Kategori Interferensi
  • Interferensi antar jaringan satelit penyebab gangguan ini diakibatkan jarak antara satelit satu dengan yang lainnya.
  • Interferensi jaringan Terrestrial penyebab gangguan ini  disebabkan frekuensi kerja dari sistem sama.
  • Interferensi Croos polarisasi penyebab gangguan ini disebabkan dari pengguna frekuensi yang sama dan power yang dipancarkan/Transmitter.
  • Interferensi Co channel (antar kanal) penyebab gangguan ini  disebabkan oleh frekuensi atau kedekatan jarak antar kedua frekuensi.
  • Interferensi Retransmit penyebab gangguan ini  disebabkan ketidak sempurnaan instalasi st.bumi/SNG yang bekerja pada frekuensi 52-88 Mhz sehingga frekuensi radio FM 88-108 Mhz akan masuk ke dalam sistem up link.
  • Interferensi Intermodulasi antar Carrier penyebab gangguan ini disebabkan ketidak linearan dari power amplifier (HPA) bila digunakan untuk multi carrier.
Multi-carrier adalah teknik transmisi yang menggunakan banyak frequency 
Nah,menurut penulis Interferensi yang terjadi  jika 5G sudah mengudara yang paling mungkin  adalah tabarakan antar kanal,bayangkan direncanakan 5G akan memakai kanal frekuensi 3,5Ghz sedangkan  RT/RW net memakai 2.4Ghz dan 5.8Ghz,ini diperparah jika ada teman  RT/RW net yang  memakai frekuensi  setan yaitu complience Test akan lebih parah lagi.Bagi pengguna AP  merk UBNT pasti  tau jika settingan menggunakan compliance Test,frekuensi pilihan kita akan menjadi  sangat banyak bahkan mencapai kanal frekuensi 4.9 ghz.
Solusi terbaik bagi dunia RT/RW net adalah  tetap tenang dan  jangan menggunakan kanal frekuensi terlarang seperti settingan compliance test,jika terjadi koneksi tidak stabil,ccq drop dan lainnya usahakan memperbaiki signal sebagus mungkin,dan jangan pernah menggunakan frekuensi haram.Atau beralih menggunakan jaringan kabel/FO itu lebih aman walaupun  kita dihadapkan tidak bisa menjangkau client yang jauh.Terimakasih

Sumber:https://www.antaranews.com/berita/841699/indonesia-tetapkan-frekuensi-5g-setelah-oktober-2019
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar